Pertimbangkan Hal Ini, Sebelum Kamu Memutuskan untuk Punya Kartu Kredit

Berbagai bank berlomba-lomba menawarkan kartu kredit kepada nasabah. Sebagai nasabah yang pintar, tentunya kamu juga harus selektif dalam memilih jenis kartu yang diinginkan. Dan, ini yang menjadi pertimbangan seseorang ketika menerima tawaran membuat kartu kredit. Silakan simak.

  • Bebas iuran tahunan seumur hidup

Beberapa bank mengenakan biaya bulanan atau tahunan dari kartu kredit yang mereka luncurkan. Biasanya, sih, mulai dari Rp15.000 per bulan. Namun, tidak sedikit bank yang menawarkan kartu kredit dengan iming-iming bebas iuran tahunan. Inilah yang menjadi alasan ketika memutuskan untuk memilih kartu kredit tertentu.

  • Bank penerbit kartu sama dengan bank tabungan

Jangan heran jika bank tertentu menawarkan kamu kartu kredit, padahal kamu tidak memiliki tabungan di bank tersebut. Sah-sah saja, sih, jika kamu memilih kartu kredit ini. Namun, berhubung kamu tidak punya tabungan di bank yang sama, artinya kamu harus membayar tagihan melalui bank lain. Biasanya, dikenakan biaya tambahan. Untuk menghindari hal ini, kebanyakan orang pun memilih kartu kredit dari bank yang sama tempat mereka menabung.

  • Menawarkan berbagai diskon dan promo sesuai minat

Apa hobi kamu? Jika suka menonton, pilihlah kartu yang royal memberikan potongan harga di bioskop. Kalau suka traveling, ada beberapa pilihan kartu yang memberikan poin atau cashback tiap kali kamu memesan tiket pesawat atau hotel. Intinya, beda kartu memberi manfaat yang berbeda. Banyak orang pun mengaku memilih kartu kredit sesuai minat mereka.

  • Limit tinggi

Biasanya, bank penerbit kartu kredit memberikan limit terhadap kartu sesuai dengan gaji. Semakin tinggi gaji kamu, maka limit yang diberikan pun semakin besar. Namun, tidak sedikit bank yang nekat memberikan limit tinggi meski gaji kamu masih tergolong standar. Namun, inilah yang menjadi alasan banyak orang saat memilih kartu kredit, yaitu limit yang besar. Namun, kamu harus waspada. Hindari memanfaatkannya untuk belanja konsumtif. Kartu ini akan lebih baik digunakan untuk situasi darurat, misalnya biaya RS. Ya, kartu kredit memang memudahkan kita untuk bertransaksi. Terutama, di kondisi darurat ketika kita tidak ada uang tunai. Namun di satu sisi, pemakaian kartu kredit untuk hal yang tidak tepat dapat merugikan kondisi keuangan kita. Oleh karena itu, sebaiknya kamu menggunakannya secara bijak. Hindari, deh, pemakaian untuk 3 hal berikut jika tidak mau dompet jebol.

Liburan tanpa perencanaan

Berlibur butuh perencanaan matang, terutama dari segi keuangan. Jika kamu memang sudah menentukan destinasi liburan, maka hal yang harus dilakukan berikutnya adalah menabung untuk biaya liburan. Ini meliputi tiket transportasi, akomodasi, kebutuhan sehari-hari seperti makan, tiket masuk wisata, hingga belanja. Sebisa mungkin, hindari menarik dana tunai dari kartu kredit atau menggunakannya untuk belanja saat liburan. Berlibur adalah ajang senang-senang. Tentunya, kamu tidak mau setelahnya masih memikirkan utang, kan Belum lagi kamu akan diharuskan membayar bunga yang tidak sedikit.

Tagihan listrik yang seharusnya masuk ke anggaran bulanan

Bagi kamu yang tinggal di apartemen, kadang kala pihak pengelola memberikan pilihan pembayaran listrik dan air dalam bentuk auto-debit kartu kredit. Artinya, tiap bulannya kartu kamu secara otomatis ditagihkan sejumlah pemakaian listrik dan air. Proses ini memang memudahkan. Tapi jika ada masalah, misalnya tagihan yang membengkak karena ada kesalahan perhitungan, kamu akan repot mengurusnya ke pihak bank penerbit kartu kredit. Jadi lebih baik, nih, bayar tagihan listrik dengan metode pembayaran via kartu debit di ATM. Jadi jika ada masalah, kamu bisa mengurusnya ke pengelola apartemen tanpa harus keluar uang terlebih dulu.

Belanja konsumtif

Hati-hati, kartu kredit bisa membuat kamu terjebak utang konsumtif. Saat jalan-jalan di mal, misalnya, kamu bisa tergoda untuk membeli sepatu baru -yang sebetulnya belum dibutuhkan. Padahal, kamu belum gajian dan saldo di tabungan pun tiris. Hasilnya, kartu kredit digunakan. Belanjalah menggunakan uang tunai, sehingga kamu bisa menahan diri untuk belanja impulsif dan berlebihan. Apalagi, beberapa merchant masih mengenakan charge 3% jika kamu bertransaksi menggunakan kartu kredit. Jadi sebaiknya, sih, jika memang terpaksa pakai kartu kredit, bertanyalah dulu kepada petugas kasir apakah mereka masih menerapkan peraturan ini atau tidak. Namun, akan lebih baik pakai kartu debit untuk pembayaran. Hati-hati dan lebih bijak, ya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *