Intip Beberapa Fakta Mengejutkan dari Bisnis Pemakaman

Semua makhluk hidup di dunia ini pastilah akan mati pada suatu hari nanti. Setiap harinya, pasti ada yang meninggal dan dikubur di beberapa tempat pemakaman yang terdekat. Memang pilihan kremasi atau dibakar juga menjadi pilihan utama selain dikubur, namun tetap pemakamanlah yang lebih banyak dipilih oleh masyarakat Indonesia. Namun, tidak banyak lahan yang digunakan untuk dijadikan sebagai tempat pemakaman. Zaman sekarang, hanya yang mempunyai uanglah yang bisa mendapatkan liang lahat tersebut. Namun dibalik itu, usaha pemakaman ini ternyata memberikan keuntungan yang besar serta kesulitan yang berbeda dari kebanyakan jenis bisnis di dunia. Inilah 4 fakta bisnis pemakaman yang harus anda tahu :

  • Tarif Pemakaman yang Mahal

Memang uang tidak bisa dibawa sampai kita mati, namun nyatanya, untuk membeli liang lahat sebagai tempat peristirahatannya yang terakhir, seseorang memerlukan uang tersebut. Memang bisnis ini sering dianggap enteng oleh pebisnis lainnya, namun nyatanya bisnis ini mendatangkan keuntungan yang cukup besar bagi pemiliknya. Harga tanah sekarang menjadi lebih mahal, maka pemiliknya dapat menjualnya dengan harga yang lebih tinggi dari waktu membelinya. Dari sinilah keuntungan besar tersebut bisa didapati oleh pemilik usaha tersebut.

  • Harga Naik Tiap Tahun

Bukan hanya rumah atau apartemen saja yang memiliki harga sewa yang naik setiap tahunnya, namun begitu juga dengan harga sewa pemakaman. Biasanya, yang mengalami kenaikan ini adalah pemakaman swasta saja dan kenaikan tersebut bisa mencapai 5 sampai 10 persen setiap tahunnya. Hal ini diperlukan sebagai upah untuk mengelola dan juga sebagai upah tenaga kerja yang menjaga pemakaman disana. Jika tidak membayar uang tahunan tersebut, maka jangan kaget jika Anda datang maka liang lahat tersebut sudah berganti nama dengan orang lain.

  • Terjadinya Krisis Lahan Makam

Dibalik keuntungan yang didapat dari menjalankan bisnis ini, ternyata ada kesulitan terbesar yang harus dihadapi oleh pemilik usaha ini. Kesulitan tersebut adalah terjadinya krisis lahan makam. Kebanyakan lahan sekarang dipakai untuk pembangunan rumah dan juga bangunan lainnya, sedangkan pemakaman, jarang sekali diperluas. Oleh karena jumlah populasi manusia di kota besar seperti Jakarta ini sangat membludak, sedangkan lahan tersebut tidak juga diperluas, maka lahan makam pun semakin hari semakin menyempit. Inilah masalah terbesar bagi pemiliknya, yaitu mencari cara agar bisa memuat lebih banyak orang di dalamnya.

  • Harganya Lebih Mahal dari Apartment

Di China, bisnis pemakaman sangat diminati dan juga sangat sukses. Disana, harga tanah makam ternyata harganya lebih mahal dari pada membeli satu unit apartemen yang berkelas mewah dan elit. Disana, harga makam per meternya adalah sebesar 132 juta rupiah. Karena penduduk disana sangat padat, maka lahan pemakamannya pun semakin sulit, hal inilah yang membuat harganya sangat melambung tinggi.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *